klikwisata.id-Hukum Dana Pembiayaan Umroh, Bolehkah?

Berbagai pandangan ulama telah diungkapkan. Bahkan, dari sekian banyak ulama yang berpendapat, masih memiliki perbedaan mengenai hukum menunaikan haji dan umrah dengan dana talangan ini. Ketentuan umum dari Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) Nomor: 29/DSN-MUI/VI/I/2002 Tentang Pembiayaan Pengurusan Haji Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS), adalah:

  1. Dalam pengurusan haji bagi nasabah, LKS dapat memperoleh imbalan jasa (ujrah) dengan menggunakan prinsip al-Ijarah sesuai Fatwa DSN-MUI nomor 9/DSN-MUI/IV/2000.
  2. Apabila diperlukan, LKS dapat membantu menalangi pembayaran BPIH nasabah dengan menggunakan prinsip al-Qardh sesuai Fatwa DSN-MUI nomor 19/DSN-MUI/IV/2001.
  3. Jasa pengurusan haji yang dilakukan LKS tidak boleh dipersyaratkan dengan pemberian talangan haji.
  4. Besar imbalan jasa al-Ijarah tidak boleh didasarkan pada jumlah talangan al-Qardh yang diberikan LKS kepada nasabah.

Apabila diperlukan, LKS dapat membantu menalangi pembayaran BPIH nasabah dengan menggunakan prinsip al-Qardh sesuai Fatwa DSN-MUI nomor 19/DSN-MUI/IV/2001.

Jasa pengurusan haji yang dilakukan LKS tidak boleh dipersyaratkan dengan pemberian talangan haji.

Besar imbalan jasa al-Ijarah tidak boleh didasarkan pada jumlah talangan al-Qardh yang diberikan LKS kepada nasabah.

Baca Juga

Ketentuan umum dari Dewan Syari’ah Nasional-Majelis Ulama Indonesia ini menjadi gambaran awal mengenai bagaimana penentuan boleh tidaknya menggunakan dana talangan untuk biaya haji atau umrah. Dari ketentuan tersebut, kemudian muncul berbagai pendapat dari ulama-ulama yang ada di Indonesia.

Kelebihan harga atas paket umroh yang diambil nasabah adalah ujroh atau biaya sewa atas jasa umroh yang dikenakan bank terhadap nasabah.
Akad yang digunakan adalah ijarah multijasa atau sewa atas jasa.
Akad ini sudah memiliki landasan fatwa dewan syariah nasional MUI.
Biaya sewa jasa ini kemudian dicicil oleh nasabah tergantung jangka waktu yang disepakati.
Saat pembiayaan nasabah tidak mendapat uang tunai tapi mendapat jasa perjalanan umroh.
Atas jasa ini bank mengenakan ujroh kepada nasabah.